Bahaya Singkong Untuk Kesehatan

Bahaya singkong untuk kesehatan. Singkong adalah umbi-umbian yang menjadi camilan pengganti nasi. Di Indonesia, singkong dibuat menjadi tepung, keripik, dan tape. Selain itu, singkong dipakai sebagai pakan ternak dan bahan baku industri. Singkong dikenal sebagai bahan baku pembuat tepung tapioka. Selain itu singkong dapat dimasak dan dipanggang karena bebas gluten. Umbi ini bisa dikonsumsi untuk orang yang alergi biji-bijian dan kacang.

Pada 100 gram singkong rebus, memiliki kandungan 112 kilokalori, serat 1 gram, karbohidrat 27 gram, dan lain-lain. Selain itu, Singkong juga memiliki kandungan mineral, zat besi,  dan vitamin yang tinggi. Meski mengolah singkong dapat mengurangi kandungan yang ada, namun merebus singkong merupakan tsalah satu metode memasak yang terbukti dapat menyimpan sebagian besar nutrisi, kecuali vitamin C, yang sensitif terhadap panas dan mudah larut ke dalam air.

Kandungan dalam singkong mampu membawa manfaat yang baik bagi tubuh, seperti adanya pati resisten dalam singkong mampu memberi makan bakteri baik yang menguntungkan di usus. Hal tersebut mampu mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan organ pencernaan. pati resisten ini juga diketahui mampu memperbaiki metabolismetubuh serta mengurangi resiko terkena obesitas dan diabetes tipe 2.

Meski memiliki manfaat yang beragam, namun terlalu banyak mengonsumsi singkong juga tidak baik untuk kesehatan. Efek samping dari terlalu banyak makan singkong adalah sebagai berikut:

Bahaya Singkong Untuk Kesehatan

bahaya singkong untuk kesehatan

1. Alergi

Sebuah penelitian menunjukkan beberapa orang alergi terhadap singkong. Jika makan singkong, orang yang alergi akan mengalami gatal-gatal, bengkak, muntah, atau kesulitan bernapas. Jika mengalami gejala tersebut sebaiknya berhenti mengonsumsi singkong.

2. Kenaikan berat badan

Singkong memiliki kalori sebanyak 112 kalori per 100 gramnya. Apabila dikonsumsi berlebihan tanpa disertai olahraga yang cukup, maka akan berbahaya bagi tubuh. Konsumsi makanan dengan kalori yang tinggi melebihi asupan harian yakni 2000 kalori pada perempuan dan 2500 kkal pada pria, tentu saja akan menaikkan penambahan berat badan.

3. Keracunan

Dewasa ini, masih terdapat orang yang mengonsumsi singkong secara mentah. Padahal dalam singkong mentah terdapat racun. Namun begitu, racun ini dapat dikurangi atau bahkan hilang dengan proses pengolahan terhadap singkong, seperti perendaman, pengeringan, perebusan, dan lain – lain. Racun yang ada pada singkong ini berupa hydrogen cyanide (HCN).

Efek samping dari terlalu banyak konsumsi singkong mentah ataupun tidak terolah dengan baik, adalah banyaknya cyanide atau sianida aktif yang mampu mengakibatkan terjadinya kelumpuhan kaki pada anak – anak, peningkatan resiko terkena gondok, memiliki kadar yodium yang rendah, pengelihatan memburuk, masalah pada kemampuan berjalan yakni pelemahan, kematian, dan lain – lain.

4. Tidak boleh dimakan mentah

Tepung singkong yang sudah diolah memang tidak berbahaya. Namun, umbi singkong tidak boleh dimakan mentah. Itu karena, singkong mentah mengandung glikosida sianogenik, yang bisa berubah menjadi sianida dalam tubuh. Mengutip dari Alodokter.com, singkong dapat menyerap zat kimia berbahaya dari tanah seperti arsenik dan kadmium. Zat tersebut dapat meningkatkan risiko kanker dalam tubuh. Sementara itu, kandungan sianida dalam tubuh dapat menyebabkan sesak napas, kejang, mual, muntah, sampai hilang kesadaran.

5. Resiko Terkena Kanker

Terdapat penelitian yang menemukan fakta, bahwa singkong terbukti mampu menyerap bahan kimia berbahaya dari tanah. Bahan berbahaya tersebut misalnya arsenik dan kadmium. Bahan tersebut dapat menyebabkan adanya resiko terkena kanker. Konsumsi singkong berlebihan tentu saja mampu meningkatkan kadar arsenik dan kadmium yang banyak pada tubuh, sehingga mampu meningkatkan resiko tersebut

6. Gangguan penyerapan zat gizi dalam tubuh.

Dalam singkong terdapat antinutritient atau antinutrisi, zat ini mampu mengganggu penyerapan zat gizi dalam tubuh. Zat tersebut adalah saponin, fitat, dan tanin. Saponin mengakibatkan berkurangnya penyerapan beberapa vitamin dan mineral. Antinutrisi Fitat, merupakan antinutrisi yang dapat mengganggu penyerapan magnesium, kalsium, zat besi, dan zinc.

Sedangkan Tanin merupakan antinutrisi yang mampu mengurangi daya cerna protein dan mengganggu penyerapan zat besi, zinc, dan tiamin. Efek antinutrisi ini memengaruhi tubuh tentunya. Apabila singkong dikonsumsi secara berlebihan, maka akan menimbulkan resiko terkena malnutrisi.

Anjuran batasan konsumsi singkong

Mengonsumsi makanan berkalori tinggi tentu saja tidak baik bagi tubuh. Konsumsi yang berlebihan dapat mengakibatkan penambahan berat badan dan lain – lain. Apabila berdasarkan batasan kalori harian, maka dianjurkan pula untuk tidak mengonsumsi singkong rebus lebih daripada 1,7 kg, sehingga akan memiliki kandungan kalori sebanyak 1904 kkal. Karena anjuran asupan kalori harian pada orang dewasa adalah 2000 – 2500 kkal.

Oleh karena terdapat berbagai macam efek samping yang dapat terjadi akibat terlalu banyak makan singkong, maka sebaiknya menjaga diri agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi singkong. Sebaiknya pula tidak mengonsumsi secara mentah. Lebih baik untuk membersihkan, merendam, dan memasak singkong terlebih dahulu agar dapat mengurangi dan atau menghilangkan zat – zat buruk yang ada.

Sekian artikel dari saya tentang bahaya singkong untuk kesehatan, Semoga artikel diatas dapat menambah wawasan anda tentang bahaya sering mengkonsumsi singkong. Meskipun singkong berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak tetapi Singkong dapat dibuat menjadi berbagai olahan, salah satunya yaitu olahan keripik. Untuk membuat keripik anda dapat menggunakan mesin keripik singkong untuk membuat irisan atu pengolahanya agar lebih mudah.