Cara Membuat Abon Sapi Kering Sederhana Cepat, Praktis Tanpa Ribet

Siapa sih yang tidak mengenal Abon Sapi? Nah, dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang cara membuat abon sapi kering sederhana cepat, praktis tanpa Ribet. Abon sapi biasa disajikan sebagai lauk pendamping nasi atau isian roti.  Selain karena rasa keringnya yang gurih khas daging sapi, abon sendiri tahan lama. Abon juga bisa menjadi lauk penyelamat kala tidak ingin/sempat memasak.

Pengertian Abon Sapi

cara membuat abon sapi kering sederhana

Abon Sapi khas Indonesia adalah makanan yang unik dengan berbagai macam daging suwir, ayam suwir dan ikan suwir.

Abon sapi adalah jenis makanan kering yang dikenal oleh banyak orang, cara membuat abon sapi kering sederhana melalui banyak proses seperti mencincamg-cincang atau di suwir-suwir.

Untuk melengkapi cita rasa semur daging, produk ini memberikan tambahan rasa dari bumbu pilihan yang siap diolah.

Abon biasanya dimakan sebagai lauk di atas nasi, mie instan, atau bubur ayam atau sisa makanan, dan biasanya dimakan tanpa menggunakan nasi ataupun makanan penyandang lainnya.

Daging yang paling umum digunakan untuk pembuatan abon  di Indonesia berasal dari daging sapi, sehingga masyarakat mengenalnya sebagai “Abon Sapi”. Selain daging sapi, bebrapa hewan juga bisa dijadikan abon seperti  ungags,  ikan, kuda, dan kambing..

Kandungan Gizi Yang Terdapat Pada Abon Sapi

Tidak hanya enak, tetapi juga memiliki komposisi gizi yang baik karena terbuat dari daging sapi pilihan. Dengan adanya abon sapi, masyarakat lebih cenderung menemukan keseimbangan nutrisi dari daging untuk metabolisme tubuh manusia dibandingkan makanan nabati.

Selain itu, tujuan produksi abon sapi sangat beragam, yaitu untuk menambah variasi pangan, memperoleh pangan yang berkualitas, tahan lama dalam penyimpanan, meningkatkan nilai tukar dan meningkatkan kegunaan bahan baku.

Abon Sapi mengandung energi sebesar 212 kilokalori, protein 18 gram, karbohidrat 59,3 gram, lemak 10,6 gram, kalsium 150 miligram, fosfor 209 miligram, dan zat besi 12,3 miligram.

Selain itu di dalam Abon Sapi juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,17 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Abon Sapi, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Peluang Bisnis Abon

cara membuat abon sapi kering

Dilihat dari segi kebuthan dan juga dari banyak peminatnya, abon sapi memiliki prospek ekonomi yang baik karena konsumen abon sapi mencakup semua sektor baik dari kelas atas, menengah dan bawah. selama Kenikmatan luar biasa selama rasa abon dan kualitas unggul mereka tetap akan meyukai abon.

Manfaat lainnya adalah makanan cepat saji yang harus dimakan tanpa dipanaskan terlebih dahulu, cara membuat abon sapi kering sederhana  sangat populer di masyarakat perkotaan dan pedesaan pada saat ini.

Semakin pesat perkembangan zaman , Abon saat ini tidak melulu tentang daging , jenis-jenis abon sangatlah banyak, tersebar di berbagai daerah Indonesia dengan ciri khas keberagaman hayati dan hewani di sekitar tempat mereka tinggal.

Inovasi terus di kembangkan oleh masyarakat Indonesia untuk menekan perekonomian di daerah mereka sendiri. Dengan adanya inovasi terbaru di harapkan taraf kehidupan warga atau masyarakat sekitar dapat seimbang dan dapat bersaing dengan abon daging yang sudah di gemari banyak penduduk di Indonesia.

Tidak hanya menekan perekonomian, masyarakat harus memikirkan kandungan dan keungulan abon yang di produksi dari bahan nabati seperti gizi dan kehigienisan saat pengolahan serta proses pengemasan.

Jenis-Jenis Abon

Tidak hanya Abon Sapi yang banyak di gemari oleh masyarakat Indonesia, Inilah jenis-jenis abon yang ada di Indonesia.

1. Abon Ikan Tuna

Jika anda penggemar olahan ikan, anda bisa mencoba abon ikan tuna yang terkenal empuk, lezat dan bergizi ini. Ikan tuna merupakan ikan yang mudah ditemukan di perairan Indonesia.

Cara memasaknya diberi bumbu, dan diolah kembali dengan cara perebusan, penyeratan, dan penggorengan. Kandungan nilai gizinya juga cukup tinggi, ditambah dengan rasa ikannya yang khas dan sangat lezat menjadikan makanan ini lebih sempurna.

2. Abon Cabai

Makanan pedas memang selalu menarik perhatian bagi para pecintanya, begitu juga dengan abon cabai ini. Varian abon yang satu ini dibuat dengan cara mengeringkan cabai yang sudah dibumbui. Atau bisa juga dikombinasikan lagi dengan bahan lainnya, misalnya menjadi abon cabai ebi, abon cabai merah teri, abon cabai hijau teri dan lain sebagainya.

Abon cabai ini sangat populer di Indonesia, dan bisa anda temukan di minimarket atau supermarket terdekat. Makan apapun ditambahi taburan abon cabai ini akan terasa lebih nikmat.

3. Abon Ikan Lele

Ikan lele sudah menjadi salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi di kalangan masyarakat, serta mudah didapat dengan harga yang relatif murah. Abon ikan lele ini juga bisa anda berikan pada anak yang sudah memasuki tahap MPASI karena kandungan protein yang tinggi dan bagus untuk perkembangan si anak.

4. Abon Ebi

Abon ebi juga tak kalah populer di Indonesia. Makanan olahan berbahan dasar ebi atau udang kering ini dapat dikreasikan menjadi beragam menu yang istimewa, seperti misalnya abon ebi gulung yang kita kenal sebagai lumpia atau abon ebi yang dibungkus dengan kulit pangsit kemudian digulung dan direkatkan dengan putih telur. Setelah itu digoreng sampai matang. Rasanya gurih, manis dan renyah.

5. Abon Jantung Pisang

Siapa sangka jantung pisang dapat diolah menjadi abon dan bercita rasa tinggi? Untuk cara pengolahannya Moms bisa menambahkannya dengan kaldu daging, untuk menambah rasa gurih pada makanan olahan tersebut.Bahan baku jantung pisang ini sangat baik untuk kesehatan tubuh, karena di dalamnya terdapat beberapa kandungan seperti vitamin, zat besi, kalsium, protein dan lain sebagainya.

Bahan Utama Dalam Pembuatan Abon Sapi

1.Daging Sapi

Bahan utama pertama adalah daging sapi ternak, yang merupakan komponen karkas yang mengandung lemak, jaringan lemak tulang, tulang rawan, jaringan ikat dan jaringan tendon. Daging buahnya tidak berwarna merah cerah atau mengkilat dan merah muda.

Secara fisik dagingnya lembut, agak keras, dan tidak sentimentil. Saat dipegang, masih terasa lembab dan tidak lengket di tangan, serta memiliki rasa (asin) daging sapi yang sangat khas (Soperno, 1998).

Daging merupakan sumber utama asam amino esensial. Asam amino utama dalam otot segar adalah alanin, glisin, asam glutamat dan histidin. Daging sapi mengandung lebih banyak asam amino leusin, lisin, dan valin daripada daging babi dan domba.

Daging sapi dipanaskan hingga 700 ° C dan terasa hingga 90% lisin. Konsumsi daging ini di setiap daerah berbeda-beda sesuai dengan cara pengolahannya. Misalnya, daging babi, iga dan tulang adalah bahan steak yang sangat umum di Eropa dan Amerika Serikat, jadi sisi daging sapi ini sangat umum.

Namun, seperti di Indonesia dan negara Asia lainnya, daging ini sering digunakan untuk bumbu dan santan untuk sup conro dan rendang.

Bahan Baku Daging segar berwarna merah segar (tidak tipis), memiliki rasa yang khas (tidak berbau tidak sedap) dan menjadi kenyal (tidak lembek) saat ditekan. Daging yang cocok untuk dicincang adalah daging yang segar dan berminyak serta bebas dari komponen lomi.

Standar daging giling yang baik adalah tidak ketat, tidak terlalu berlemak dan bebas dari serat jaringan. Oleh karena itu, bagian atas, pantat, sisi perak, paku, dan bilah bekerja dengan baik untuk membuat daging cincang.

2. Santan Kelapa

Bahan terpenting kedua adalah santan, emulsi putih minyak yang terbuat dari daging kelapa segar. Konsentrasi santan tergantung pada umur kelapa dan jumlah air yang ditambahkan.

Penambahan santan dapat meningkatkan cita rasa dan nilai gizi produk. Santan memiliki rasa yang enak karena kandungan lemaknya yang tinggi. Menurut hasil penelitian, konsumen lebih memilih santan dan santan parut daripada santan tanpa tambahan santan. Sementara santan tidak penting untuk merobek daging, itu harus digunakan untuk menambahkan rasa Aban yang dihasilkan.

Bahan Tambahan Pada Pembuatan Abon Sapi

cara membuat abon sapi

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan aroma dan rasa pada bahan tambahan yang akan dihaluskan, yaitu bumbu atau bumbu. Bumbu bisa berupa bawang (akar), akar (rimpang), batang atau kulit kayu, dan buah. Jenis bumbu yang digunakan untuk daging cincang adalah :

1. Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

Bawang merah adalah nama tumbuhan dari famili Aliaceae dan nama tumor yang dihasilkan. Umbi tanaman banyak merupakan bahan utama konsonan asli dalam masakan Indonesia. Bawang merah mengandung zat pengatur tumbuh, hormon auksin dan giberelin.

2.Bawang putih (Allium sativum L.)

Bawang putih merupakan salah satu rempah yang banyak digunakan untuk cita rasa dan aroma. Bawang putih terutama digunakan untuk menambah rasa, sehingga produk akhir memiliki rasa yang menarik. Bahan aktif bawang putih adalah minyak atsiri dan zat belerang. Bawang putih telah dilaporkan digunakan sebagai produk pengawet dan bumbu.

3.Kemiri (Alurites molucana)

Kemiri merupakan tanaman herba yang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan rempah-rempah. Dalam perdagangan internasional dikenal sebagai Cranberry, Nutmeg dan Candlestick. Pohon itu disebut kayu berwarna. Tumbuhan ini kini tersebar luas di daerah tropis. Ketinggian tanaman ini mencapai sekitar 15-25 meter. Daunnya berwarna hijau muda. Biji di dalamnya memiliki lapisan pelindung yang sangat kuat dan mengandung banyak minyak.

4.Ketumbar (Cariandrum sativum)

berbentuk biji kecil, berdiameter 1-2 milimeter. Mirip dengan lada, tetapi lebih kecil dan lebih gelap. Ini juga lebih ringan dari isian dan paprika. Dalam berbagai masakan tradisional Indonesia, digunakan bumbu berupa kacang, yang sering disebut ketumbar, dan rasa masakan menjadi lebih terasa dengan penambahan bumbu tersebut.

5.Lengkuas (Alpina galanga)

Lengkuas adalah rempah-rempah yang populer dalam tradisi kuliner dan pengobatan tradisional Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Bagian yang digunakan adalah rimpang dengan rasa yang khas. Galanj biasanya digunakan dengan cara menghancurkan batang bawah kemudian mencelupkannya ke dalam campuran masakan.

6.Salam (Cigizium polyanthum)

Daun salam digunakan sebagai bumbu pada sebagian besar masakan Asia Tenggara, terutama pada masakan daging, ikan, sayuran dan nasi. Daun dicampur secara menyeluruh, dikeringkan atau disegarkan dan direbus sampai makanan matang.

7.Gula dan Garam Gula merah

Gula merah adalah bahan yang ditambahkan dalam pembuatan abon dengan konsentrasi tertentu. Gula merah ditambahkan pada kisaran 50 – 60 g tiap 1 kg daging. Penggunaan gula dalam pembuatan abon bertujuan menambah citarasa dan memperbaiki tekstur produk. Pada proses pembuatan abon bila mengalami reaksi Maillard sehingga menimbulkan warna kecoklatan yang dapat menambah daya tarik produk abon. Gula memberikan rasa manis yang dapat menambah kelezatan produk abon yang dihasilkan.

Garam dapur (NaCl) merupakan bahan tambahan yang hampir selalu digunakan dalam membuat masakan. Rasa asin yang ditimbulkan oleh garam dapat berfungsi sebagai penegas rasa yang lainnya. Makanan tanpa dibubuhi garam akan terasa hambar. Garam dapat berfungsi pula sebagai pengawet karena berbagai mikrobia pembusuk khususnya bersifat proteolitik, sangat peka terhadap kadar garam meskipun rendah (kurang dari 6%)

8.Minyak Goreng

Fungsi pada butiran minyak goreng adalah sebagai penghantar panas yang menambah cita rasa dan nilai gizi terutama kalori dari makanan. Minyak goreng bekas merupakan faktor yang mempengaruhi umur simpan produk giling. Minyak yang digunakan untuk daging giling harus berkualitas baik, tidak keras, dan memiliki titik asap yang tinggi.

Titik asap adalah suhu di mana minyak memanas untuk membentuk akrolein, yang dapat menyebabkan tenggorokan gatal. Oli baru memiliki titik asap yang lebih tinggi dan oli bekas (oli bekas) memiliki titik asap yang lebih rendah. Minyak goreng tanpa lemak atau minyak goreng yang tidak diproses (oilcalendic) tidak cocok untuk menggoreng fillet.

Penggunaan minyak bekas (waste oil) secara berulang mempengaruhi rasa daging giling dan tidak baik untuk kesehatan. Menurut hasil penelitian, penggunaan minyak berlebih dapat menyebabkan kanker atau kanker.

Minyak biasanya mengandung enzim yang menghidrolisis minyak. Semua enzim yang termasuk dalam kelompok lipase mampu menghidrolisis lemak netral (trigliserida) menjadi asam lemak bebas dan gliserol. Asam lemak volatil bebas dengan nomor atom C4, C6, C8 dan C10 dapat menimbulkan bau asam dan tidak sedap pada makanan berlemak. Asam lemak bebas menyebabkan karat dan warna gelap jika dipanaskan dalam wajan besi..

9.Air

Air merupakan komponen penting dari cara membuat abon, air merupakan bagian penting dari produk makanan karena air mempengaruhi penampilan, tekstur dan rasa makanan (Winarno, 2002).

Air yang digunakan dalam pengolahan makanan, baik secara langsung (dengan menambahkan produk olahan) maupun tidak langsung (deterjen, perendaman, pemasakan) harus memenuhi persyaratan kualitas air minum, antara lain: :

  • Tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak berbau.
  • Bersih dan jernih.
  • Tidak mengandung logam atau bahan kimia berbahaya.
  • Derajat kesadahan nol.
  • Tidak mengandung mikroorganisme berbahaya

 

Cara Membuat Abon Sapi Kering Sederhana

Proses cara membuat abon sapi tidak terstandarisasi karena variasi jenis dan jumlah bumbu yang digunakan, dan banyak metode dan bumbu yang ditambahkan, yang dapat mengubah kualitas daging yang dipotong, terutama rasa dan warna. . Prinsip pembuatan daging giling adalah mencampur daging, serat, bumbu, gula merah, garam dan minyak dan goreng kering.

Bahan-bahan :

  • 500gram Daging sapi tanpa lemak
  • 2 batang Serai
  • 4 lembar daun salam
  • 2 ruas lengkuas
  • 5 lembar daun jeruk, di sobek halus
  • 1 sdt garam
  • 3 sdt gula merah
  • 500ml santan
  • Minyak goreng
  • 5 siung bawang putih di tumbuk halus
  • 5 siung bawang merah di tumbuk halus
  • 3cm jahe di tumbuk halus
  • 1 sdt ketumbar yang sudah di sangrai

Cara Membuat Abon Sapi Sederhana :

  1. Rebus daging sapi bersama serai, daun salam, dan lengkuas hingga empuk. Tiriskan daging lalu biarkan dingin. Suwir-suwir daging dan sisihkan.
  2. Panaskan sedikit minyak. Tumis bumbu yang sudah di haluskan bersama daun jeru hingga harum.
  3. Tuangkan santan dan suwiran daging , aduk hingga rata.
  4. Masukkan garan dan gula merah, aduk rata lalu masak hingga kuah habis dan daging mongereng jadi abon. Aduk-aduk terus selama pemasakan agar tidak gosong. Matikan api.
  5. Panaskan banyak minyak, goreng abon hingga betul-betul kering. Angkat dan tiriskan
  6. Siap di sajikan ataua disimpan dalam wadah kedap udara.

Tips Penyimpanan Abon Sapi:

  1. Jika ingin lebih halus teksturnya, abon bisa di proses sebentar menggunakan food processor setelah di goreng
  2. Abon yang disimpan dalam wadah kedap udara dan suhu ruang bisa tahan hingga 1 minggu. Bila disimpan dalam kulkas, abon ini bisa tahan lebih lama lagi.

Demikian penjelasan dalam artikel ini tentang cara membuat abon sapi kering sederhana khas Indonesia, perlu di tekankan lagi Abon tidak melulu soal daging sapi bisa di ganti dengan bahan utama yang lain seperti bahan dari nabati. Sekian semoga ilmunya dapat bermanfaat dan bisa di terapkan dirumah masing-masing. See you in my next article , Thank you!!!