Ternak Kambing di Desa serta Langkah Awal Ternak yang Baik dan Benar

Ternak kambing di desa merupakan suatu hal yang biasa, banyak masyarakat desa yang menjadikan hewan yang satu ini sebagai primadona binatang ternak selain sapi. Bahkan sudah menjadi satu keharusan bagi masyarakat desa di samping bercocok tanam mereka juga harus beternak kambing. Apalagi harga seekor kambing akan mengalami kenaikan yang signifikan manakala musim haji tiba, inilah salah satu faktor yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat desa (petani) untuk memelihara binatang berkaki empat yang satu ini.

Di pedesaan, bisnis ternak kambing sudah begitu banyak dijalani oleh sebagian besar masyarakat, namun mayoritas dari mereka hanya melakukannya untuk usaha sampingan sehingga keuntungan yang mereka dapat pun juga menjadi kurang maksimal. Nah, supaya keuntungan yang didapatkan dari bisnis tersebut menjadi lebih maksimal. Ada beberapa hal yang harus dilakukan. Berikut ini adalah pembahasannya.

Langkah Awal Cara Ternak Kambing di Desa Yang Benar

Dalam langkah awal tentunya di mulai dari persiapan pembuatan kandang sebagai tempat tinggal kambing dan di akhiri dengan masa panen. Dalam langkah-langkah cara ternak kambing yang baik dan benar memang sangat mudah untuk di lakukan, kita bisa melakukan usaha ini sebagai usaha sampingan. Di bawah ini adalah langkah-langkah yang harus kita lakukan terlebih dahulu agar ternak kambing yang akan kita jalankan menjadi semakin mantap dan berimbas dengan maksimalnya hasil panen nanti.

1. Persiapan Pembuatan Kandang Kambing

Untuk modal awal cara ternak kambing yang tepat, kandang ini adalah salah satu hal penting yang nantinya akan menunjang keberhasilan dari usaha ternak kambing yang akan kita jalankan. Kandang yang baik juga akan menimbulkan kenyamanan yang membuat kambing menjadi mudah gemuk dan berkembang biak.

  • Kandang untuk beranak untuk induk + dua anak : 120 cm x 120 cm /ekor
  • Kandang induk (baik yang hamil atau tidak hamil) untuk 1 ekor: 100 cm x 125 cm
  • Kandang pembesaran anak yang telah di sapih untuk satu ekor: 100 cm x 125 cm
  • Kandang pejantan per ekornya adalah : 110 cm x 125 cm
  • Kandang dara/dewasa (di siapkan sebagai kambing potong) per ekornya adalah : 100 cm x 125 cm

2. Persiapan Pemilihan Bibit Ternak Kambing di Desa

Dalam tahap ini tentunya kita sudah menentukan untuk melakukan ternak kambing dengan jenis tertentu, mengingat jenis kambing di Indonesia sangatlah banyak, bahkan sampai puluhan jenisnya di masing-masing wilayah. Kambing etawa ini justru malah memiliki 2 opsi hasil panen, yaitu susu perah dan juga sebagai kambing potong/pedaging. Kambing etawa ini memiliki keunggulan tubuhnya yang berukuran yang cukup besar, tentunya bobot daging yang di hasilkan juga lebih banyak daripada kambing jenis kacang/Jawa. Baiklah, untuk menentukan bibit kambing sebagai induk dan pejantan yang baik harus memiliki kriteria seperti di bawah ini :

A.    Kriteria Calon Induk Kambing Yang Ideal

  • Bentuk tubuhnya yang seimbang, memiliki dada yang dalam dan lebar, bentuk garis punggung dan pinggangnya lurus, tulang /tubuhnya besar dan tidak gemuk (sehat) bukan obesitas
  • Berkarakter jinak dan tidak galak
  • Memiliki keempat kakinya yang lurus dan tumitnya tinggi.
  • Memiliki jumlah gigi lengkap, mempunyai kriteria merumput dengan baik, dan rahang atas/bawah rata.
  • Terlahir dari 2 peranakan/bahkan anak tunggal.
  • Bentuk ambingnya simetris dan tidak menggantung atau memiliki puting 2 buah (bercabang).

B.   Kriteria Calon Pejantan Kambing Yang Ideal

  • Memiliki ukur tubuh yang besar dan panjang (tulangnya besar), sangat bagus jika memiliki bagian belakang yang lebih tinggi dan lebih besar, memiliki bentuk dada yang lebar, serta kambing tidak terlalu gemuk, perawakannya gagah, aktif dan tentunya memiliki nafsu kawin yang tinggi.
  • Bentuk seluruh kakinya yang lurus serta kuat.
  • Di lahirkan dari 2 bersaudara atau tunggal.
  • Memiliki usia di antara 1,5 -3 tahun.

3. Cara Pemberian Pakan Ternak Kambing di Desa

Poin ini juga termasuk hal penting dalam cara ternak kambing di desa yang baik dan benar, pakan merupakan salah satu masalah penting yang menunjang keberhasilan ternak kambing yang telah kita mulai. Sebenarnya dalam pemberian pakan ini sangalah mudah, tidak seperti pemberian pakan pada ternak yang lainnya, karna kambing ini dapat memakan rumput/hijau-hijauan lainnya serta pakan tambahan yang nantinya akan menunjang agar kambing cepat gemuk dan juga bereproduksi dengan baik.

Cara pemberian pakan yang baik adalah dengan memberinya pakan rerumputan 2 kali dalam satu hari, yaitu pagi di antara pukul 08.00 WIB – pukul 16.00 WIB, berat rumput yang di butuh kan adalah 10% dari berat badan kambing pada setiap harinya. Dan pemberian pakan tambahan konsentrat/campuran bahan yang saya sebutkan di atas, adalah paling bagus diberikan pakan tambahan dengan berat 3kg setiap harinya, pakan tambahan bisa di berikan pada saat siang hari.

4. Cara Pengendalian Penyakit Pada Kambing               

Dengan pencegahan terjadinya serangan penyakit pada kambing maka alangkah baiknya di cegah dengan melalui sanitasi kandang yang tepat dan pemberian makanan yang mencukupi gizi, serta vaksinasi. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah sebagai berikut ; cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia). Semua penyakit ini bisa di kendalikan dengan cara ternak kambing yang baik dan benar, dengan itu kambing akan lebih sehat dan terhindar dari segala penyakit. Jika ada kambing yang terserang penyakit, maka sebaiknya di lakukan pemisahan dan pengobatan.

5. Cara Panen Ternak Kambing di Desa

Panen kambing ini tentunya terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai kambing pedaging (potong) atau sebagai kambing susu perah. Dalam hal ini tentunya harus di usahakan agar selalu meningkatkan nilai tambah hasil  produksi ternak kambing yang kita jalankan yaitu mencakup daging, susu, kulit, tanduk, atau kotoran yang nantinya bisa di jadikan pupuk organik.

Untuk waktu yang tepat untuk menjual kambing adalah di saat berat badan kambing sudah tidak dapat bertambah lagi (berat maksimal) agar nilai jualnya tinggi karena dagingnya juga banyak. Kambing di usia 1-1,5 tahun berat tubuhnya sudah tidak dapat bertambah lagi (kambing normal tidak kurus), jadi saat umur tersebut sangat ideal untuk dijualnya.

Jenis Kambing di Indonesia 

Secara umum, ada beberapa jenis kambing yang diternakkan di Indonesia, baik yang merupakan spesies lokal maupun hasil perkawinan silang.

a. Kambing Etawa 

Spesies favorit yang paling banyak dicari dan diminati untuk dibudidayakan saat ini adalah kambing etawa (Capra aegagrus hircus).  Jenis ini bukanlah asli dari Indonesia, melainkan hasil perkawinan silang spesies lokal dan kambing jamnapari dari Kota Etawa India yang pertama kali dibawa oleh Presiden Soekarno Hatta sesaat setelah kemerdekaan.  Etawa dikenal dengan ukurannya yang cukup besar dan mendominasi jenis kambing lainnya dengan bobot jantan mampu mencapai 85 kilogram dan betina 80 kilogram. Susu kambing etawa juga banyak diincar karena dipercaya mengandung protein dan kalsium yang lebih tinggi dibanding susu sapi biasa.

b. Kambing Gibas 

Hewan ternak berikutnya punya tampilan paling mirip dengan domba berkat bulu tubuhnya yang tumbuh cukup tebal dengan postur besar serupa etawa. Daya tahannya juga baik karena bisa ternak kambing ini bisa dilakukan di daerah bercuaca panas sampai dingin sekalipun. Bobot jantan dewasa dapat menyentuh angka 45 kilogram, sementara sang betina ada di kisaran 30 kilogram.

c. Kambing Kacang 

Ini dia sang empunya tanah yang sudah jadi ternak turun-temurun sejak puluhan tahun di wilayah pedesaan. Kambing kacang merupakan spesies yang paling kecil secara ukuran dan bobot yang hanya mencapai 30 kilogram. Ciri khasnya yang paling populer adalah janggut panjang yang bisa tumbuh hingga 30 cm.

d. Kambing Jawa Randu 

Satu lagi jenis kambing persilangan, kali ini dari etawa dan kacang yang juga banyak dijadikan sebagai komoditas hewan ternak. Kambing Jawa randu tidak hanya bisa dimanfaatkan dagingnya saja, tapi juga sebagai penyedia susu hingga 1,5 liter per hari. Buat Anda yang ingin mencari hewan kurban atau akikah, bisa banget memilih jenis kambing yang satu ini.

Sangat mudah untuk menjalankan cara ternak kambing yang baik dan benar agar mencapai hasil produksi yang maksimal, Segera untuk memulai usaha ternak ini, karena permintaan daging kambing, susu kambing selalu mengalami kenaikan, dan peternakan di Negara kita belum mampu menjawab hal itu, solusinya pemerintah melakukan impor daging, jadi Anda tahu apa yang menjadi peluang usaha ini!!